.

Perjalanan Hidupku








Inilah perjalanan hidupku
bagai seekor camar mengembara di lautan
terkadang terpaan angin yang menghadang
namun ku harus tetap terbang

Ku tatap mata kedua orang tuaku,
dalam hati timbul tanya bagiku....
" ibu, mampukah aku hidup tanpamu,
bisakah aku memberikan kebanggaan untukmu"

Tapi inilah hidupku,
harus kucoba, walau kadang aku tak mampu
Sesekali terbesik dipikiran ku " apakah aku selemah itu "
Ya Tuhan kuatkanlah diriku.....

Setiap detik adalah perjuangan,
rintangan adalah pembawa kedewasaan
hari silih berganti antara siang dan malam
seperti mimpi, tak ada yang kekal dan abadi

Aku hanyalah sorang seorang manusia,
berdiri diatas nasibku sendiri
sejauh mana langkah kakiku mampu berdiri
Hanya restu mu IBU yang menguatkan aku.






KARYA    : WILLI ANDRI
SUMBER  : Mahasiswa-fkm.blogspot.com

RINTIHAN HATIKU









Hari ini,
Hari dari akhir semua kisahku,
Setelah perjalan panjang nan berliku
Yang pernah ku tempuh dalam kehidupan cintaku

Mungkin pernah aku mencintaimu
dan pernah berharap akan cintamu
Tapi semuanya telah berlalu
Tenggelam bersama kepergianmu

Hari ini,
ku harus melupakan mu
Melupakan semua cerita tentang mu
Cerita tentang indahnya bersama mu
yang terukir dalam tinta emas kisah cintaku.

Mungkin semuanya telah berlalu
terkikis dalam deraian tangisan piluku
tiada keindahan dalam senandung rindu
hanya perih yang tersisa dalam cintaku.

Setiap kisah pasti ada akhir,
tiada yang kekal dalam menjalani
hanya kisah yang jadi penghibur hati
walau kadang itu perih....
tapi itulah yang harus dijalani. 



Karya      : Willi Andri
Sumber   : Mahasiswa-fkm.blogspot.com












KONFLIK DAN CARA PENYELESAIAN KONFLIK DALAM ORGANISASi

Dinamika Kelompok I


KONFLIK

           Konflik adalah segala macam pertikaian yang terjadi dalam organisasi baik antara individu, individu dengan kelompok, maupun antara kelompok yang bersifat antagonis.

1. Sumber-Sumber Konflik
    Beberapa macam sumber konflik adalah sebagai berikut :
  • Menghalangi pencapaian sasaran perorangan.
  • Kehilangan status.
  • Kehilangan otonomi atau kekuasaan.
  • Kelihangan sumber-sumber.
  • Merasa diperlakukan tidak adil.
  • Perbedaan persepsi.
  • Mengancam nilai dan norma.
2. Langkah Penyelesaian Konflik
    Beberapa langkah penyelesaian yang dapat dilakukan oleh pihak penengah konflik adalah sebagai berikut :
  • Mengakui adanya konflik (kesalahan).  
  • Mengidentifikasi konflik yang sebenarnya.
  • Mendengar semua sudut pandang.
  • Bersama mengkaji untuk penyelesaian konflik.
  • Dapatkan kesempatan dan tanggung jawab untuk menemukan solusi.
  • Jadwalkan sesi tindak lanjut untuk mengkaji resolusi.  
3. Gaya Tanggapan Konflik

      Gaya                                    Perilaku                                               Alasan 
-Menghindar                   -Tidak mau konfrontasi                        -Perbedaan yang ada kecil/besa 
-Mengakomodasi            -Bersikap menyetujui/tdk agresif         -Tidak sepadan resiko yang timbul
-Persaingan                     -Konfrontasi, agresif, harus menang     -Yang kuat/Bagus/Lincah menang
-Kompromi                     -Mementingkan pencapaian tujuan      -Tidak ada ide yang sempurna
-Kolaborasi(Win-Win)    -Sikap saling mendukung                      -Sama-sama untung





<> Selamat Belajar <>


SISTEM MUSKULOSKELETAL

Makalah Sistem Muskuloskeletal
 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

     Untuk mempelajari dan mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh manusia kita harus terlebih dahulu mengetahui struktur dan fungsi tiap alat dari susunan tubuh manusia yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia merupakan dasar yang penting dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Dengan mengetahui struktur dan fungsi tubuh manusia, seorang perawatan professional dapat makin jelas manafsirkan perubahan yang terdapat pada alat tubuh tersebut.

Anatomi tubuh manusia saling berhubungan antara bagian satu dengan yang lainnya. Struktur regional mempelajari letak geografis bagian tubuh dan setiap region atau daerahnya misalnya lengan, tungkai, kepala, dan seterusnya.

Rumusan Masalah :
  •     Anatomi fisiologi otot !
  •     Apa-apa saja fungsi otot ?
  •     Bagaimana klasifikasi , kontraksi , serta tipe kerja dari masing – masing otot ?

Tujuan :

  •     Mengetahui fungsi – fungsi otot.
  •     Mengetahui anatomi dan fisiologi otot.
  •     Mencari tahu klasifikasi, kontraksi , serta tipe kerja dari masing – masing otot.
  •     Mengetahui kelainan – kelainan yang terdapat pada otot manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

B. Sistem Muskuloskeletal

Sistem muskuloskeletal meliputi tulang, persendian, otot, tendon dan bursa. Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih 25 % berat badan. Struktur tulang memberikan perlindungan terhadap organ – organ penting dalam tubuh seperti jantung, paru, otak. Tulang berfungsi juga memberikan bentuk serta tempat melekatnya otot sehingga tubuh kita dapat bergerak, disamping itu tulang berfungsi sebagai penghasil sel darah merah dan sel darah putih ( tepatnya di sumsum tulang ) dalam proses yang disebut hematopoesis. Tubuh kita tersusun dari kurang lebih 206 macam tulang, dalam tubuh kita ada 4 katagori yaitu tulang panjang, tulang pipih, tulang pendek, dan tulang tidak beraturan.

Mempelajari Sistem Kerangka & Otot Kerangka. Osteologi : cabang ilmu anatomi yang mempelajari tulang. Tulang atau rangka adalah penopang tubuh manusia. Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus sampai dekade kedua dalam susunan yang teratur.

Mengapa kita bisa bergerak? Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari, dan sebagainya. Berikut dijelaskan mengenai rangka tubuh manusia.

Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut :

  1. Memberi bentuk tubuh: Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
  2. Tempat melekatnya otot: Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
  3. Pergerakan: Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
  4. Sistem kekebalan tubuh: Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
  5. Perlindungan: Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
  • Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
  • Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
  • Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung.
  • Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
  • Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul.
  • Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
  • Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

6. Produksi sel darah: Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah. Terutama di tulang pipih contoh : tulang dada / pada corpus sterni.

7. Penyimpanan: Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.

 C. Rangka Manusia

     Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.

<> Bagian Aksial Terdiri Dari:

1. Tulang tengkorak terdiri dari:

a. Tulang tempurung kepala (os cranium)

  •     Tulang dahi (os frontale)
  •     Tulang kepala belakang (os occipitale)
  •     Tulang ubun-ubun (os parietale)
  •     Tulang tapis (os ethmoidale)
  •     Tulang baji (os sphenoidale)
  •     Tulang pelipis (os temporale)

b. tulang muka (os splanchocranium)

  •     Tulang hidung (os nasale)
  •     Tulang langit-langit (os pallatum)
  •     Tulang air mata (os lacrimale)
  •     Tulang rahang atas (os maxilla)
  •     Tulang rahang bawah (os mandibula)
  •     Tulang pipi (os zygomaticum)
  •     Tulang lidah (os hyoideum)
  •     Tulang pisau luku (os vomer)
Tulang Wajah

2. Tulang dada (os sternum).

Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:

  •     hulu (os manubrium sterni)
  •     badan (os corpus sterni)
  •     taju pedang (os xiphoid prosesus)
Tulang Dada



3. Tulang rusuk (os costae)

  •     Tulang rusuk sejati (os costae vera)
  •     Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
  •     Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

4. Tulang belakang (os vertebrae)

    Sebuah tulang punggung terdiri atas dua bagian yakni bagian anterior yang terdiri dari badan tulang atau corpus vertebrae, dan bagian posterior yang terdiri dari arcus vertebrae. Arcus vertebrae dibentuk oleh dua “kaki” atau pediculus dan dua lamina, serta didukung oleh penonjolan atau procesus yakni procesus articularis, procesus transversus, dan procesus spinosus. Procesus tersebut membentuk lubang yang disebut foramen vertebrale. Ketika tulang punggung disusun, foramen ini akan membentuk saluran sebagai tempat sumsum tulang belakang atau medulla spinalis. Di antara dua tulang punggung dapat ditemui celah yang disebut foramen intervertebrale.

  •     Tulang leher (os cervical)              C 1-7
  •     Tulang punggung (os thoraxalis)  Th 1-12
  •     Tulang pinggang (os lumbar)        L  1-5
  •     Tulang kelangkang (os sacrum)     S  1-5
  •     Tulang ekor (os cocigeus)            Co 1-5

Tulang Belakang


5. Tulang gelang bahu

  •     Tulang belikat (os scapula)
  •     Tulang selangka (os clavicula)

6. Tulang gelang panggul

  •     Tulang usus (os illium)
  •     Tulang pinggul (os pelvis)
  •     Tulang duduk (os ichium)
  •     Tulang kemaluan (os pubis)

<> Bagian Apendikuler Terdiri Dari:

1. Tulang Lengan

  •     Tulang hasta (os ulna)
  •     Tulang pengumpil (os radius)
  •     Tulang pergelangan tangan (os carpal)
  •     Tulang telapak tangan (os metacarpal)
  •     Tulang jari tangan (os phalanges manus)
  •     Tulang lengan atas (os humerus)

Ekstremitas Superior

2. Tulang Tungkai

  •     Tulang paha (os femur)
  •     Tulang tempurung lutut (os patella)
  •     Tulang kering (os tibia)
  •     Tulang betis (os fibula)
  •     Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
  •     Tulang telapak kaki (os metatarsal)
  •     Tulang jari kaki (os phalanges pedis)

<>Pertumbuhan tulang

    Pertumbuhan tulang selengkapnya terbentuk pada umur lebih kurang 30 tahun. Setelah itu ada juga perubahan yang disebut remodelling. Tulang merupakan reservoir terbesar dari kalsium dan phosphate. 99% kalsium terdapat di tulang (1000 gram) dari jumlah kalsium tubuh, sedangkan phosphate dalam tulang mencapai 90% dari phosphate dalam tubuh.

<>Jenis tulang

     Dari segi bentuk, tulang dapat dibagi menjadi: tulang pipa / panjang (seperti tulang hasta dan tibia), tulang pipih (seperti tulang rusuk, tulang dada), dan tulang pendek (tulang-tulang telapak tangan, pergelangan tangan)

Myologi


Cabang ilmu anatomi yang mempelajari tentang otot & struktur yang ada hubungannya dengan otot, misal : tendo, aponeurosis, bursa dan fascia

Tendon adalah serabut yang keras berupa jaringan ikat fibrosa yang biasanya menghubungkan otot ke tulang dan mampu bertahan terhadap ketegangan.

Tendon mirip dengan ligamen dan fascia karena mereka semua terbuat dari kolagen di mana ligamen menghubungkan satu tulang ke tulang yang lain, sedangkan fascia menghubungkan otot ke otot lain.












JENIS OTOT

3 tipe oto

a. Otot Skelet / Seran Lintang / Otot Lurik

  Memiliki desain yang efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar. Pergerakannya diatur sinyal dari sel syaraf motorik. Otot ini menempel pada kerangka dan digunakan untuk pergerakan.

b. Otot polos

    Otot yang ditemukan dalam intestinum dan pembuluh darah bekerja dengan pengaturan dari sistem saraf tak sadar, yaitu saraf otonom. Otot polos dibangun oleh sel-sel otot yang terbentuk gelondong dengan kedua ujung meruncing,serta mempunyai satu inti.

c. Otot jantung

    Otot yang ditemukan dalam jantung ini bekerja secara terus-menerus tanpa henti, pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat

Menurut fungsinya :

  •     otot sadar       : dipengaruhi syaraf pusat dan sum-sum tulang belakang
  •     otot tak sadar : dipengaruhi syaraf otonom

Struktur otot

  •     Tiap serabut terdiri : Dinding sel ( sarcolema ), Plasma sel  (sarcoplasma ), Inti sel (nucleus)
  •     Tiap sel otot (seran lintang ) dibungkus jaringan ikat longgar yang disebut : endomysium
  •     Beberapa serabut otot dibungkus : perimysium
  •     Beberapa kelompok serat otot dibungkus : epimysium 


D. Kesimpulan

   Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka & otot, manusia dapat berjalan, melompat, berlari dan sebagainya.



<> Selamat Belajar <>

CONTOH MAKALAH EJAAN BAHASA INDONESIA

Makalah B.Indonesia


EJAAN



Di
S
u
s
u
n
Oleh : 

Kelompok II
Fakhhriati dan kawan-kawan
FKM UNMUHA B. ACEH 2009

DAFTAR ISI 
                                                                                                             Halaman
DAFTAR ISI                                                                                              ( i )
BAB I      PENDAHULUAN                                                                            (1)
BAB II    RINGKASAN                                                                                  (2)
2.1   Pengertian Ejaan                                                                                (2)
2.2   Fungsi Ejaan                                                                                      (2)
2.3  Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan                                           (2)
BAB III   PEMBAHASAN                                                                               (5)
BAB IV   PENUTUP                                                                                     (7)
DAFTAR PUSTAKA                                                                                     (8)


BAB II
RINGKASAN
1.1 Pengertian Ejaan

Ejaan dapat diartikan sebagai perlambangan bunyi-bunyi bahasa dengan huruf. Secara khusus ejaan berarti keseluruhan ketentuan yang mengatur perlambangan bunyi bahasa termasuk pemisahan dan penggabungannya.

1.2 Fungsi Ejaan

Adapun fungsi ejaan antara lain sebagai :

  • Landasan pembakuan tata bahasa.
  • Landasan pembakuan kosakata dan peristilah.
  • Alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain kedalam bahasa indonesia.

Secara praktis ejaan berfungsi untuk membantu pembaca dalam memahami dan mencerna informasi yang disampaikan secara tertulis. 

1.3 Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan atau biasa disebut EYD, diberlakukan sejak penggunaannya diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 16 Augustus 1972. Pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan ditetapkan oleh Mendikbud pada tanggal 31 Agustus 1975 dan dinyatakan dengan resmi berlaku diseluruh Indonesia dan disempurnakan lagi pada tahun 1987.

Dikatakan ejaan yang disempurnakan karena ejaan tersebut merupakan penyempurnaan dari beberapa ejaan sebelumnya. Beberapa kebijakan baru yang ditetapkan di dalam  EYD, antara lain:

1.) Pembentukan Huruf
     Ejaan lama                                                                       EYD
    dj           jarum                                                                   j       jarum
    tj            tjut                                                                       c      cut
    nj            njawa                                                                  ny    nyawa

2.) Huruf f, r, dan z yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing, misalnya khilaf, zakat.
3.) Huruf g dan x lazim digunakan dalam ilmu pengetahuan tetap, misalnya furgan dan xenon.
4.) Penulisan di - sebagai awalan dibedakan dengan di sebagai kata depan.
     Contoh :
                   Awalan                                                         kata Depan
                      di-                                                                    di
                 dikhianati                                                         di kampus 

5.) Kata ulang ditulis penuh dengan mengulang unsur-unsurnya, bukan dengan angka dua/2 .
Contoh :
            - Mahasiswa-mahasiswa                                     Mahasiswa2
            - Bermain-main                                                   Bermain2 

Secara umum hal-hal yang diatur dalam EYD adalah sebagai berikut :

  1. Pemakaian huruf
  2. Pemakaian huruf kapital dan huruf miring
  3. Penulisan kata
  4. Penulisan unsur serapan
  5. Pemakaian tanda baca 

BAB III
PEMBAHASAN

Ejaan ialah : perlambangan fonem dengan huruf. Selain itu ejaan berarti : 
Ketetapan tentang bagaimana satuan-satuan morfologi kata dasar, kata ulang, kata majemuk, kata imbuhan dan partikel-partikel dituliskan.
Ketetapan tentang bagaimana penulisankalimat dan bagian-bagian kalimat dengan memekai tanda baca.


Fonem : 
Bunyi-bunyi bahasa yang sering di ucapkan dan gambar bunyi bahasa yang sering diucapakan  juga diartikan: kesatuan bahasa yang terkecil yang dapat membedakan arti.


Di Indonesia terdapat beberapa ejaan antara lain :
  1. Ejaan van ophuysen
  2. Ejaan Soewandi
  3. Ejaan Melindo
  4. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
1.Ejaan Van Ophuysen

   Ejaan ini disusun oleh Prof. ch. A. Van Ophuysen dengan bantuan ahli bahasa seperti Engku Nawawi atas perintah Pemerintah Hindia Belanda. Ejaan ini terbit pada tahun 1901, dalam kitab logat melayu. Menurut Van Ophuysen bahasa melayu tidak mengenal gugus konsonam dalam satu kata.

Ajaran Ophuysen tidak dipakai lagi karena beberapa pertimbangan :

  1. Adanya gugus konsonam dalam bahasa indonesia tidak menimbulkan kesulitan apapun dalam lafal bagi pemakai bahasa Indonesia.
  2. Kita menghendaki agar eajaan kata pungut dalam bahasa Indonesia sedapat-dapatnya dekat dengan ejaan asli kata asalnya.
  3. Dalam pemungutan kata asing kita sukar menghindari adanya gugus tugas konsonam.

Contoh :
Kata instruktur (bahasa Belanda instructur) jika di Indonesiakan sesuai dengan ketetapan Ophuysen akan menjadi in-se-te-ruk-tur.

Berdasarkan tiga hal tersebut maka ajaran Ophuysen dikesampingkan. Selain itu kelemahan ejaan ini banyaknya tanda-tanda diakritik.


2. Ejaan Soewandi ( Ejaan Republik )

    Ejaan ini di tetapkan mulai tanggal 19 Maret 1947 kemudian dikenal dengan Ejaan Republik/Soewandi. Tujuan diadakan perubahan ejaan yaitu : penyederhanakan untuk memudahkan.

Contoh :    Goeroe  - Guru


BAB IV

KESIMPULAN

Ejaan yaitu perlambangan bunyi-bunyi bahasa dengan huruf. Selain itu dapat juga berarti keseluruhan ketentuan yang mengatur perlambangan bunyi bahasa.

Fungsi Ejaan :


  1. Landasan pembakuan tata bahasa.
  2. Landasan pembakuan kosakata dan peristilahan.
  3. Alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain kedalam bahasa indonesia.

Secara praktis ejaan berfungsi untuk membantu pembaca dalam memahami dan mencerna informasi yang disampaikan secara tertulis.

DAFTAR PUSTAKA

  • J.S Badudu; 1986, Inilah Bahasa Indonesia Yang Benar, Gramedia. Jakarta.
  • J.S Badudu; 1993, Pelik-Pelik Bahasa Indonesia, Pustaka Prima. Bandung.

<> Selamat Belajar <>





Legenda Kota Naga - Tapaktuan


Legenda Kota Naga - Tapaktuan



Kota Tapaktuan
Tapaktuan - Sebuah kota yang indah dan permai dengan keasrian alamnya membuat kota itu sangat eksotis dan memberikan nuansa tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut.

Di kota inilah terdapat sebuah kisah legenda turun temurun,yaitu "Legenda Tuan tapa, putri bungsu dan Naga".Di dalam cerita ini dikisahkan perjalanan hidup Tuan Tapa, seorang pertapa yang sangat taat kepada Allah. Karena ketaatannya, Tuan Tapa dapat mengetahui hal-hal gaib yang tidak diketahui manusia biasa.

Selain itu, ia juga dapat mengetahui mimpi dua ekor naga sehingga kedua naga yang datang dari negeri Cina itu sangat menghormatinya.



Kisah Tuan Tapa, Putri Bungsu, dan Naga


Legenda Kota Naga - Tapaktuan
Alkisah, seperti hari-hari sebelumnya, kedua naga itu kembali berenang ke laut mencari makan, sekarang mereka pergi ke barat. Mereka meluncur menyusuri kawasan pinggir pantai menuju ke daerah barat. Mereka membelah ombak lautan yang bergulung-gulung.

“Hari ini ombak agak besar, suamiku! Seru Naga Betina.

“Tidak mengapa, istriku. Kita perlu melihat-lihat daerah baru. Mungkin di daerah itu kita akan melihat hal-hal yang aneh seperti yang kita saksikan di daerah timur,” kata Naga Jantan.

Patung Naga Di Kota Tapaktuan
Setelah kedua naga berenang beberapa saat, mereka melihat sekelompok udang besar yang sedang berenang menuju ke muara sungai.

“Cepat, suamiku! Ayo kita kejar sekelompok udang besar itu!” seru Naga Betina.

Kedua naga itu berenang semakin cepat. Setelah dekat dengan kelompok udang, dihirupnya air laut kuat-kuat sehingga seluruh udang masuk ke dalam perut mereka.

Hingga sekarang, tempat itu disebut Desa Air Berudang dan termasuk salah satu desa di Kecamatan tapaktuan.

Goa Kalam- Tapaktuan
Ketika kedua naga itu hendak pulang kembali ke gua, dari tengah lautan, mereka mendengar suara tangis bayi. Suara tangis itu semakin lama semakin keras dan jelas.

“Oh, suara itu seperti datang dari tengah laut, Suamiku. Ayo, kita berenang ke sana!” seru Naga Betina.

Begitu sampai di tengah laut, kedua naga itu sangat terkejut. Mereka melihat seorang bayi sedang terapung-apung di dalam sebuah ayunan yang terbuat dari anyaman rotan. Anehnya, ayunan rotan itu tidak kemasukan air.

“Padahal anyaman ayunan rotan ini jarang-jarang, tapi kok tidak kemasukan air, ya? Kalau begitu, bayi ini pasti bukan bayi sembarangan,” kata Naga Betina.

Yang mengherankan kedua naga tersebut, begitu mereka tiba di tempat peristirahatannya, ternyata Tuan Tapa sudah berdiri di depan pintu gua.

“Apakah kalian sudah memeriksa bayi itu baik-baik? Sudahkah kalian periksa apakah bayi itu laki-laki atau perempuan?” tanya Tuan Tapa.

“Sudah, Tuan. Bayi yang kami temukan seorang bayi perempuan dan di telapak kaki kakan bayi ini terdapat tahi lalat sebesar lingkaran pusatnya,” sahut Naga Betina.

“Tapi ..., kami belum tahu dengan apa memberi makan bayi ini, Tuan,” kata Naga Jantan.

“Itulah yang akan kusampaikan. Bayi itu bukan keturunan binanatang seperti kalian. Dia adalah anak manusia yang harus dirawat dengan baik,” kata Tuan Tapa.

“Lalu, bagaimana cara merawatnya, Tuan?” tanya Naga Betina sambil menatap bayi itu penuh kasih sayang.

“Cara merawatnya sangat mudah. Benda ini harus kalian isapkan kepada bayi itu setiap dia menangis. Benda ini adalah pengganti air susu yang kuambil di atas puncak gunung sana,” ujar Tuan Tapa sambil menunjuk ke utara, tempat gunung yang biru dan menjulang tinggi.

Kemudian, Tuan Tapa menjelaskan kepada kedua naga bahwa untuk menjaga keselamatan sang bayi dari gangguan binatang liar dan buas, ia memerintahkan seekor harimau untuk menjaganya setiap hari. Harimau itulah yang akan selalu setia mengawasi bayi tersebut hingga dewasa dan menjadi seorang putri.

Demikianlah, waktu terus berganti. Dari hari ke hari, bayi itu terus tumbuh normal dan sehat sebagaimana bayi manusia lainnya. Setiap hari, kemana saja pergi, harimau yang ditugasi menjaga sang Putri Bungsu itu selalu setia mengawasinya.

Pada suatu hari, kedua naga itu membawa putri kesayangan mereka pergi berjalan-jalan menikmati pemandangan daerah Teluk yang indah mempesona.

Bekas Telapak Kaki Tuan Tapa

Sang Putri dinaikkan ke punggung Naga Jantan yang telah siap mengarungi kawasan pantai Teluk. Naga Betina berenang mengiringi dari belakang. Sementara itu, sang Harimau berjalan menyusuri pantai dengan langkah santai. Sesekali harimau melihat sang Putri yang duduk di punggung Naga Jantan. Harimau itu sangat cemas jika putri cantik rupawan itu terjatuh dari punggung naga dan tenggelam.

“Hati-hati, sang Naga! Jangan berenang terlalu kencang! Nanti sang Putri jatuh dari punggungmu!” seru sang Harimau mengingatkan Naga Jantan.

Pegang kuat-kuat sirip baga, Putri! Saya sangat mencemaskan sang Putri!” teriak sang Harimau lagi mengingatkan sang Putri.

Begitulah, kalau kita lihat dari kejauhan sang Putri seperti duduk di atas gerbong kereta api yang melaju membelah laut. Kedua naga membawa sang Putri menyusuri pinggir pantai sambil menikmati pemandangan alam yang indah.

Diam-diam sang Putri melontarkan rasa kekagumannya. Ia senang melihat keindahan alam pantai Teluk yang masih asri. Demikianlah keadaan sang Putri, ia terhibur selalu dengan sikap kedua naga itu dan penjagaan dari sang Harimau yang setia mengawasinya.

Setelah bayi itu tumbuh dewasa, kedua orang tua bayi yang menjadi raja dan permaisuri di Kerajaan Asralanoka ingin meminta anaknya, tetapi kedua naga itu menolak. Hal itu menyebabkan terjadinya pertarungan sengit antara kedua naga dengan Tuan Tapa. Mereka bertarung untuk memperebutkan bayi yang kini telah menjadi seorang putri yang cantik yang diberi nama Putri Bungsu.

Ketika Naga Jantan melancarkan serangan berikutnya, Tuan Tapa menyambut dengan libasan tongkatnya. Tubuh naga pun terpelanting ke udara dan jatuh berkeping-keping di pantai. Darah dari tubuh naga jantan yang sudah hancur itu tumpah kemana-mana dan memerahkan air laut.

Sisik Naga Yang Telah Jadi Batu - Di Desa Batu merah

Nah, hingga sekarang bekas tubuh naga yang berupa gumpalan darah dan hati itu masih dapat kita lihat di pantai Desa Batu Itam dan Batu Merah, sekitar tiga kilometer dari kota Tapaktuan. Kini gumpalan darah dan hati tersebut telah mengeras menjadi batu.

Sekarang Naga Betina pula menyerang Tuan Tapa, tapi serangan itu dapat dipatahkan oleh Tuan Tapa, meskipun tongkat dan topi Tuan Tapa sempat tercampak ke laut, dan hingga sekarang tongkat dan topi itu masih ada dan telah menjadi batu yang terdapat di kawasan pantai Tapaktuan. Sementara Naga Betina yang hendak melarikan Putri Bungsu gagal. Malah hewan itu mengamuk sambil melarikan diri ke negeri Cina. Dalam pelariannya itulah Naga Betina membelah sebuah pulau di kawasan Bakongan hinga menjadi dua bagian, dan hingga sekarang pulau itu bernama Pulau Dua. Bahkan hewan itu mengamuk sambil memporak porandakan sebuah pulau. Pulau itu terpecah-pecah hingga 99 buah. Itulah hingga kini disebut Pulau banyak yang terdapat di Kabupaten Aceh Singkil.

Akhirnya Tuan Tapa berhasil mengalahkan kedua naga tersebut. Sang Putri pun dapat kembali bersama orang tuanya, tetapi keluarga itu tidak kembali ke Kerajaan Asralanoka. Mereka memilih menetap di Aceh. Keberadaan mereka di Tanah Aceh diyakini sebagai cikal bakal masyarakat Tapaktuan.

Setelah kejadian itu, Tuan Tapa sakit. Seminggu kemudian Tuan Tapa meninggal dunia pada Bulan Ramadhan Tahun 4 Hijriyah . Jasadnya dikuburkan di dekat Gunung Lampu, tepatnya di depan Mesjid Tuo Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan, dan hingga sekarang makam manusia keramat itu masih bisa kita saksikan. Makam Tuan Tapa itu sudah pernah mengalami beberapa kali pemugaran semasa Pemerintahan Belanda.

Makam Tuan Tapa
Makam Tuan Tapa yang terdapat di Kelurahan Padang, Tapaktuan ini kerap dikunjungi turis lokal maupun turis mancanegara. Pada tahun 2003 dalam acara silaturrahmi Susilo Bambang Yudhotono (SBY) dengan masyarakat Tapaktuan, SBY yang sekarang Presiden Republik Indonesia itu pernah ziarah ke Makam Tuan Tapa yang waktu itu didampingi Gubernur NAD Ir. H. Abdullah Puteh, Bupati Aceh Selatann Ir.H.T. Machsalmina Ali, MM, Darul Qutni Ch Kepala Biro Surat Kabar Ekspos (Penulis Nasional) dan pemuka masyarakat setempat Nasiruddin Gani.

Demikianlah kisah Cerita Legenda Tapaktuan ini saya sampaikan apa adanya, dan mari kita ingat bahwa segala sesuatu yang sifatnya legenda adalah dongeng belaka tapi bila kita baca semua alur cerita legenda ini dalam Buku Legenda Tapaktuan yang ditulis oleh Darul Qutni Ch ini banyak mengandung pendidikan dan budi pekerti yang tidak menyimpang dari aqidah agama Islam yang mulia dan tercinta itu, serta tidak akan membuat pembaca menjadi syirik dan sesat. (Dikutip dari Buku Legenda Tapaktuan yang ditulis oleh Darul Qutni Ch).



<> Selamat Membaca <>

SUMBER-SUMBER DATA KEPENDUDUKAN

Sumber-Sumber Data Kependudukan


Secara umum segala terbitan resmi baik dalam bentuk angka, grafik atau gambar adalah merupakan suber data. Guna untuk menganalisa demografi/kependudukan suatu masyarakat, secara geografis perlu di ketahui berapa jumlah penduduk yang tinggal disana, bagaimana penyebarannya, berapa yang lahir dalam tahun berjalan, berapa yang masuk (moving-in) dan berapa yang keluar/mati (moving-out).

Jenis informasi penduduk yang ingin kita ketahui terdiri dari tiga kategori utama :
  1. Population size and distribution.
  2. Population prosses (fertility, mortality, and migration).
  3. Population structure and characteristics.
Sumber data utama tentang besar dan distribusi demikian juga struktur dan karakteristik tersedia dalam: Sensus Penduduk. Informasi utama lainnya tercatat dalam Registrasi Vital. Selanjutnya, data dan informasi ini sering diperkaya/dilengkapi dengan data dan sampel dari Sampel Survey

A. Sensus Penduduk 

 

   Pada intinya sensus bertujuan : perhitungan perhitungan penduduk secara lengkap. Pemerintah ingin mendapatkan data setiap penduduk meliputi : alamat, nama, hubungan dengan kepala keluarga, jenis kelamin, suku/etnis, agama, umur dan tahun kelahiran, status kawin dan apakah bumi putera asli sebagai warga negara. Jadi sensus merupakan keseluruhan proses  pengumpulan data (coletting), menghimpun dan menyusun (compiling), dan menerbitkan (editing) data-data meliputi semua orang pada waktu tertentu disuatu negara dan satu wilayah tertentu.

Ada beberapa karakteristik yang membedakan antara sensus dengan pengumpulan data lain :
  1. Semua orang  atau penduduk yang hidup pada wilayah yang akan dicacah/disensus harus tercakup.
  2. Dilakukan serentak pada waktu tertentu.
  3. Disuatu wilayah tertentu atau disuatu wilayah yang sudah ditetapkan.
Artinya, ruang lingkup sensus haruslah meliputi batas wilayah tertentu. Disamping ketiga hal tersebut, perlu pula ditambahkan bahwa unit cacah adalh perorangan, bukan keluarga atau rumah tangga. Sensus baru dikatakan selesai apabila semua informasi yang dikumpulkan sudah diterbitkan.

B. Survey


   Perbedaan yang jelas antara sensus dan survey tidak begitu menonjol. bagaimanapun survey lebih menekankan pada karakteristik penduduk. Hal penting yang membedakan dengan sensus adalah cakupan penduduk yang dicacah. Bila sensus meliputi seluruh penduduk tetapi survey hanya diambil sampel-sampel saja. Sensus punya kelebihan-kelebihan tersendiri, demikian juga halnya dengan survey walaupun cakupannya terbatas.

Diantara kelebihan survey ialah :
  1. Pengambilan data terkosentrasi untuk tujuan tertentu. Karena itu sangat berpotensi untuk dikembangkan baik dalam skala besar atau kecil. Diantara survey yang berskala besar: Survey Demokrafi Kesehatan Indonesia (SDKI); Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS); Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS); dan survey lainnya yang dilaksanakan oleh badan-badan tertentu seperti IPADI, IAKMI, ISI dan sebagainya.
  2. Dilaksanakan oleh orang yang berbeda dan biasanya terdiri dari tenaga-tenaga yang profesional sesuai dengan sasaran masing-masing dan dilaksanakan dengan cara berbeda pula.
  3. Biaya (cost) bisa lebih hemat sesuai dengan cakupan.
 

C. Registrasi Vital

 

     Sistem registrasi telah dikenal sejak lama. Pengumpulan data-data mengenai peristiwa-peristiwa penting menyangkut kelahiran seperti akte kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, adopsi, migrasi, dan sebagainnya. Singkatnya registrasi vital meliputi semua member data sejarah yang tercatat dengan resmi baik oleh pemerintah atau badan swasta lainnya. Diantara kelebihan dari sistem registrasi adalah : data bertahan lama dan gampang diperoleh kapan saja dibutuhkan.







<>SELAMAT BELAJAR<>
Diberdayakan oleh Blogger.