.

MAKALAH FRASA DAN KLAUSA


BAB I
FRASA

1.1 Pengertian Frasa

Frasa adalah satuan grametikal yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Dengan kata lain, frasa atau kelompok kata di sebut juga sebagai kontruksi sintaksis yg terdiri atas bentuk bebas yg lebih kecil yang membentuk satu kesatuan dalam pembentukan kalimat. Misalnya, dalam prasa  rumah ayah muncul makna baru yang mengatakan milik, dalam frasa rumah tinggal, muncul makna baru menyatakan untuk tinggal atau tempat tinggal. Dan contoh yang satu ini terdapat tiga kata, yaitu gedung sekolah itu adalah frasa yang terdiri atas tiga kata. 

Untuk dapat menentukan unsur frasa tersebut harus di lihat apakah kata itu berkaitan dengan kata gedung atau dengan kata sekolah. apa bila kata itu berkaitan dengan kata gedung, frasa tersebut terdiri atas dua unsur, yaitu unsur gedung, unsur itu. Sebaliknya, apa bila kata itu berkaitan dengan kata seekolah, frasa geddung sekolah itu terdiri atas dua unsur pula, yaitu unsur gedung dan unsur sekolah itu.


1.1.1. Berdasarkan Jumlah Kata
Berdasarkan jumlah kata, frasa terdiri atas dua kata atau lebih. Kata-kata tersebut mempunyai susunan yang longar sehingga dapat diselipkan kata baru. Di antara kata-kata tersebut ada bagian yang di terangkan  dan ada bagian yang menerang kan.


Ex: Baju merah, sepatu adik,anak nakal, di meja redaksi itu.
         Frasa-frasa tersebut dapat di sisipi unsur-unsur lai, kata-kata tersebut juga menunjukkan adanya bagian yang diterangkan dan bagan yang menerangkan.
Ex: pada frasa "baju merah" : baju- diterangkan
                                                 Merah- menerangkan.


1.1.2. Berdasarkan batas fungsi
Dalam kalimat, frasa selalu menduduki satu fungsi, baik sebagai S-P
-O-Pel maupun Ket.


Ex: Di bawah jembatan lamnyong Rindi dan adiknya memancing ikan.
                          Ket                                      S                       P           O


1.1.3. Berdasarkan Unsur Pembentuk
Frasa dapat di bentk melalui Unsur-unsur kata dengan kata, frasa dengan frasa, kata dengan frasa / frasa dengan kata.


Ex:
(1). Kata dengan kata.
        Baju  baru
        Kata  kata

        Kemarin  pagi
        Kata         kata

(2). Frasa dan frasa.
        Baju baru anak itu
        Frasa        Frasa

(3). Kata dan frasa atau frasa dan kata

       Sedang membaca koran
       frasa                      kata


1.2. Bentuk frasa

                Pembagian frasa dapat dilhat dari beberapa sudut tinjauan. Ditinjau dari sudut tinjauan bentuk, frasa di bedakan atas frasa endosentris eksosentris.


1.2.1. Frasa Endosentris
           Frasa Endosentris dapat dibatasi sebuah kontruksi yang merupakan gabungan dua kata atau lebih yang menunjukkan kelas kata tertentu.
           Sesuai dengan batasan diatas, dapat di jelaskan bahwa frasa seperti petani muda, sekolah pertanian, harapan bangsa, & tugas sekolah adalalah frasa endosentris. Hal ini dikarenakan gabungan kata tersebut sama dengan kelas kata petani, sekolah, harapan, & tugas

1.2.1.1 Frasa Endosentris Koordinatif
             yaitu frasa yang terdiri atas unsur-unsur yang setara. Kesetaraannya itu dapat di buktikan oleh kemungkinana unsur-unsur itu di hubungkan dengan penghubung dan atau atau.
Misalnya: Unsur rumah pekarangan dapat disisipkan dan menjadi dan perkarangan.

Frasa endosentris ini dibagi menjadi dua sifat yaitu,

             a) sifat implicit : frasa endosentris yang tidak disisipkan kata penghubung.
         
             b) sifat eksplisit : frasa endosentris yang dapat disisipkan kata penghubung.

1.2.1.2 Frasa Endosentris Atribut
             Adalah frasa yang terdiri atas unsur-unsur yang tidak setara. Oleh karena itu unsur-unsurnya tidak mungkin disisipkan kata penghubung dan atau atau.


1.3  Jenis Frasa
        Berdasarkan kelas kata, frasa dapat di bedakan atas  beberapa golongan yaitu:


1.3.1 Frasa Nominal
          Pembentukan frasa nominal dapat dilakukan dengan memperluas ke kiri dan ke kanan. Perluasn kekiri dilakukan dengan meletakkan kata penggolongannya tepat didepannya dan kemudian didahului lagi oleh numaralia.                       

Ex: 
1)   lima    ekor   ayam
       Num   peng    N

2)   Dua    buah  buku
       Num  peng   N

1.3.2 Frasa Pronominal
          Pronominal juga dapat dijadikan sebuah frasa. Untuk membentuk frasa pronominal harus mengikuti kaidah berikut.

a) penambahan numeralia kolektif
b) penambahan kata petunjuk
c) penambahan kata sendiri
d) penambahan klausa dengan yang
e) penambahan frasa nominal yang berfungsi apositif.


1.3.3 Frasa Numeral ( keterangan )


          Frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Umumnya frasa tersebut dibentuk dengan menambahkan kata penggolong.

Ex: - dua ekor (kerbau)
      - lima orang (penjahat)
      - tiga buah (rumah)

1.3.4 Frasa Verbal
         Adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata kerja. Dengan kata lain inti dalam frasa tersebut berwujud kata  kerja.

1.3.5 Frasa Adjectif
         Frasa ini adalah inti yang berupa kata sifat.

    Ex:
         - Tinggi sekali
         - Besar sekali
         - Amat tinggi

1.3.6 Frasa Preposisional
         Frasa ini terdiri atas preposisi sebagai direktornya dan diikuti oleh kata benda
        
    Ex:
         - Dengan senjata tajam
         - Di rumah sakit

BAB II
KLAUSA

2.1 Definisi Klausa
      Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subject dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.

Klausa juga diartikan sebagai satuan gramatikal yang berupa unsur prediasktif.

2.2 Jenis-Jenis Klausa

      Jenis klausa dapat di bedakan berdasarkan strukturnya dan berdasarkan kategori segmental yang berupa prediaktif, berdasarkan potensi untuk menjadi kalimat, dan berdasrkan tatarannya dalam kalimat hal lain.


2.2.1 Berdasarkan Struktur
         Berdasarkan struktur, klausa dapat dibedakan atas dua macam yaitu :

a. Klausa bebas
    Adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap, sekurang-kurangnya mempunyai subjek dan predikat dan dapat berpotensi menjadi kalimat.

b. Klausa terikat
    Adalah klausa yang memiliki struktur tidak lengkap, unsur yang ada dalam klausa ini mungkin hanya subjek saja.


2.2.2 Berdasarkan Kategori Unsur Segmental Yang Menjadi Predikatnya

       
Klausa ini dapat di bedakan atas dua macam :
        a.) klausa verbal
        b.) klausa nonverbal

2.3 Hubungan Antar Klausa

2.3.1 Hubungan koordinasi
        Koordinasi menggabungkan dua klausa atau lebih yang masing-masing mempunyai kedudukan yang setara dalam struktur konstituen kalimat.

2.3.2 Hubungan subordinasi
        Menghubungkan dua klausa atau lebih sehingga terbentuk kalimat majemuk yang salah satu klausa menjadi bagian dari klausa lain.

Ex: Klausa I : Kami sedang berada di kampung.
     
      Klausa II : Ketika kos kami di bongkar maling.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
     Dari pembahasan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa frasa adalah satuan gramitikal yang terdiri
atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Sedangkan klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata.

     Kami selaku penyusun makalah ini mengharapkan saran-saran ataupun kritikan dari teman-teman semuanya, karena kami menyadari bahwa makalah inibelum sempurna dan masih banyak kekurangan
serta keterbatasan yang kami mliki. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.